Penyakit kusta atau lepra merupakan penyakit infeksi kronis yang kata dr. Rika, Sp. KK disebabkan oleh bakteri tertentu dan sering menimbulkan stigma karena gejala yang tampak di kulit, saraf, serta organ tubuh lainnya.
Meski kasusnya tidak sebanyak dulu, penyakit ini masih ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Memahami penyebab penyakit kusta sangat penting agar masyarakat dapat lebih waspada dan melakukan pencegahan sejak dini.
Apa Penyebab Utama Penyakit Kusta?
Penyebab utama penyakit kusta menurut dokter spesialis kulit Wonogiri adalah infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini menyerang kulit, saraf tepi, serta pada beberapa kasus dapat memengaruhi mata dan saluran pernapasan bagian atas.
M. leprae berkembang sangat lambat, sehingga gejala kusta biasanya baru terlihat setelah beberapa tahun sejak seseorang terpapar.
Karakteristik utama bakteri penyebab kusta:
- Mempunyai masa inkubasi panjang, bisa 2–5 tahun atau bahkan lebih.
- Menyerang sistem saraf perifer sehingga menimbulkan mati rasa dan kelemahan otot.
- Bertahan hidup di lingkungan bersuhu rendah, terutama pada bagian tubuh seperti tangan, kaki, wajah, dan telinga.
Bagaimana Penyakit Kusta Menular?
Meskipun sering dianggap menular dengan mudah, faktanya penularan kusta membutuhkan kontak yang sangat erat dan dalam jangka panjang. Penularan terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin, terutama jika tidak menjalani pengobatan.
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko penularan:
- Kontak dekat dan lama dengan penderita kusta yang belum diobati. Semakin sering seseorang berada di lingkungan penderita, semakin besar risiko tertular.
- Lingkungan tempat tinggal yang padat dan kurang bersih. Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah bertahan.
- Sistem imun tubuh yang lemah. Individu dengan daya tahan tubuh rendah lebih rentan terhadap infeksi leprae.
Penting untuk diketahui bahwa kusta tidak menular melalui sentuhan singkat, berbagi pakaian, makanan, atau berjabat tangan. Stigma negatif sering muncul karena kurangnya informasi yang tepat.
Faktor Risiko Lain yang Berhubungan dengan Penyakit Kusta
Selain penularan langsung, terdapat faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit ini:
1. Riwayat Keluarga
Orang yang tinggal satu rumah dengan penderita kusta memiliki risiko lebih tinggi. Ini bukan semata karena faktor genetik, tetapi lebih pada kontak jangka panjang di lingkungan yang sama.
2. Faktor Lingkungan
Daerah endemis kusta memiliki angka penularan yang lebih tinggi. Tinggal di wilayah dengan prevalensi kusta yang masih aktif dapat meningkatkan risiko paparan bakteri.
3. Kondisi Sosial Ekonomi
Akses terbatas terhadap pelayanan kesehatan, sanitasi buruk, dan kurangnya edukasi kesehatan dapat membuat kusta lebih sulit dideteksi dan dicegah.
Jadwal Praktek Dokter Spesialis Kulit Terkenal di Wonogiri
Jika merasa mengalami gejala kusta atau masalah kesehatan kulit lainnya, segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit terdekat. Bagi warga Wonogiri, dr. Rika Kusumawardani, Sp. KK bisa menjadi pilihan yang tepat.
Dokter spesialis kulit Wonogiri satu ini berpraktek di RS Muhammadiyah Selogiri dan RSU Astrini Wonogiri. Jadwal praktek dr. Rika, Sp. KK di RS Muhammadiyah Selogiri ialah setiap hari Selasa dan Kamis pukul 14.30 – 16.30 WIB, serta hari Rabu dan Jumat pukul 08.00 – 10.00 WIB.
Agar selalu update jadwal praktek beliau, jangan lupa follow Instagram resmi rumah sakit di @rs_muhammadiyah_selogiri.
Sementara di RSU Astrini, dr. Rika, Sp. KK praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 08.00 – 11.00 WIB. Untuk pendaftaran konsultasi dengan dr. Rika, Sp. KK, silakan hubungi nomor 0812-2610-5353 (WhatsApp). Bisa juga follow Instagram @rsu.astrini.
dr. Rika, Sp. KK juga membuka praktek mandiri di Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 27, Wonokarto Selatan, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri. Buka setiap hari Senin – Sabtu. Untuk informasi dan pendaftaran, Anda bisa menghubungi nomor 0821-3530-3754.
Bagi yang sedang mencari tahu jadwal praktek dokter spesialis lain di Wonogiri dan sekitarnya, langsung saja klik laman praktekdokterspesialis.com.
