dr. Vidy, Sp.OT, Praktek Dokter Spesialis Orthopedi Tabalong

dr. Vidy, Sp.OT, Praktek Dokter Spesialis Orthopedi Tabalong

Sobat, pernahkah melihat seseorang dengan postur tubuh membungkuk, terutama pada bagian punggung atas? Kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda kifosis. Dokter spesialis orthopedi Tabalong menjelaskan bahwa kifosis adalah kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan berlebihan ke arah belakang, sehingga punggung tampak membulat.

Meski sering dianggap sepele, kifosis yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari nyeri punggung hingga gangguan pernapasan. Agar Sobat lebih waspada, penting untuk memahami berbagai penyebab kifosis sejak dini. Dengan begitu, langkah pencegahan dan penanganan bisa dilakukan secara tepat.

Penyebab Kifosis yang Perlu Sobat Waspadai Sejak Dini

Postur Tubuh yang Buruk

Salah satu penyebab kifosis yang paling sering terjadi adalah kebiasaan postur tubuh yang buruk, terutama pada anak-anak, remaja, dan usia produktif. Duduk terlalu lama dengan posisi membungkuk, menunduk saat menggunakan gawai, atau posisi belajar dan bekerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan kifosis postural.

Kifosis jenis ini biasanya tidak terjadi karena kelainan struktur tulang, melainkan kebiasaan yang berlangsung lama. Jika Sobat biarkan, kebiasaan ini bisa membuat otot punggung melemah dan tulang belakang terbiasa dalam posisi membungkuk.

Kifosis Kongenital (Bawaan Lahir)

Sobat juga perlu tahu bahwa kifosis dapat terjadi sejak lahir. Kifosis kongenital terjadi akibat kelainan pembentukan tulang belakang saat janin berkembang di dalam kandungan. Pada kondisi ini, beberapa ruas tulang belakang tidak terbentuk sempurna atau menyatu secara tidak normal.

Jenis kifosis ini biasanya terdeteksi sejak usia anak-anak dan cenderung bersifat progresif. Oleh karena itu, kifosis kongenital sering memerlukan pengawasan medis yang ketat, bahkan tindakan operasi pada kasus tertentu.

Penyakit Scheuermann

Pada remaja, salah satu penyebab kifosis yang cukup umum adalah penyakit Scheuermann. Kondisi ini terjadi ketika tulang belakang tumbuh tidak merata sehingga beberapa ruas tulang menjadi berbentuk baji. Akibatnya, punggung atas tampak melengkung secara permanen dan tidak dapat diluruskan sepenuhnya.

Dokter spesialis orthopedi Tabalong menuturkan bahwa kifosis akibat penyakit Scheuermann sering disertai nyeri punggung, terutama setelah aktivitas fisik atau duduk dalam waktu lama. Faktor genetik yang mungkin berperan dalam munculnya kondisi ini.

Osteoporosis

Sobat yang memasuki usia lanjut perlu lebih waspada terhadap osteoporosis sebagai penyebab kifosis. Osteoporosis membuat tulang menjadi rapuh dan mudah retak. Jika terjadi patah tulang belakang akibat tekanan ringan sekalipun, bentuk tulang belakang dapat berubah dan menyebabkan kifosis, yang sering dikenal sebagai “dowager’s hump”.

Kifosis akibat osteoporosis tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup karena nyeri kronis dan keterbatasan gerak.

Cedera dan Trauma Tulang Belakang

Cedera akibat kecelakaan, jatuh, atau benturan keras juga dapat menjadi penyebab kifosis. Trauma pada tulang belakang dapat menyebabkan fraktur atau pergeseran tulang yang akhirnya mengubah struktur normal tulang belakang.

Jika cedera tidak tertangani dengan tepat, proses penyembuhan yang tidak sempurna dapat memicu terbentuknya lengkungan abnormal pada punggung.

Infeksi dan Tumor

Meskipun lebih jarang, infeksi tulang belakang seperti tuberkulosis tulang (TB tulang) atau adanya tumor pada tulang belakang juga dapat menyebabkan kifosis. Infeksi dan tumor dapat merusak struktur tulang sehingga tulang belakang kehilangan kekuatan dan bentuk alaminya.

Kondisi ini umumnya disertai gejala lain seperti nyeri hebat, penurunan berat badan, atau demam berkepanjangan, sehingga memerlukan penanganan medis segera.

Faktor Penuaan dan Degeneratif

Seiring bertambahnya usia, tulang dan sendi mengalami proses degeneratif alami. Penurunan kepadatan tulang, melemahnya otot penyangga, serta perubahan pada cakram tulang belakang dapat memicu kifosis secara perlahan. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan tulang sejak usia muda menjadi langkah penting untuk mencegah kifosis di usia lanjut.

Sobat, kifosis bukan sekadar masalah postur, melainkan kondisi yang bisa berdampak serius pada kesehatan jika terabaikan. Berbagai penyebab kifosis, mulai dari kebiasaan postur yang salah hingga penyakit tertentu, perlu dikenali sejak dini.

Info Praktek Dokter Vidy Davitan, Sp.OT

Jika Sobat atau anggota keluarga menunjukkan tanda-tanda kifosis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat. Ingat, punggung yang sehat adalah kunci untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan percaya diri.

Rekomendasi dokter spesialis orthopedi Tabalong yang bisa Sobat andalkan adalah dokter Vidy Davitan, Sp.OT. Beliau sekarang sedang bertugas di RSUD H. Badaruddin Kasim dengan jadwal pelayanan setiap Senin hingga Kamis pukul 08.00 – 15.00 WITA, serta Jumat pukul 08.00 – 11.00 WITA. Informasi lebih lanjut bisa Sobat dapatkan dengan menghubungi CS di 0813-5020-7005.

Selain itu, dokter Vidy juga melayani pasien di RS Pertamina Tanjung pada setiap Senin sampai Kamis pukul 16.00 – 17.00 WIB. Bagi Sobat yang ingin melakukan pendaftaran, Sobat bisa menghubungi admin di 0811-5194-016.

Itulah rekomendasi dokter spesialis orthopedi yang bisa masyarakat Tabalong dan sekitarnya andalkan. Yuk, dapatkan lebih banyak informasi terkait rekomendasi dan jadwal praktek dokter spesialis yang lain dengan mengakses laman praktekdokterspesialis.com.

Recommended For You