Rekomendasi Dokter Spesialis Paru Balangan, dr. Widya, Sp. P

dokter spesialis paru Balangan dr. Widya Sp. P

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang kasusnya banyak terjadi di Indonesia. Penyakit ini kata dr. Widya, Sp. P disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru, meski juga bisa mengenai organ lain.

Kabar baiknya, TBC dapat sembuh dengan pengobatan rutin dan teratur. Lalu, apa saja pengobatan rutin TBC yang perlu pasien jalani? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Pengobatan Rutin TBC?

Pengobatan rutin TBC adalah rangkaian terapi menggunakan obat anti tuberkulosis (OAT) yang harus pasien minum secara teratur dalam jangka waktu tertentu. Menurut dokter spesialis paru Balangan, tujuan utama pengobatan ini adalah membunuh bakteri penyebab TBC, mencegah penularan, serta menghindari kekambuhan dan resistensi obat.

Pengobatan TBC tidak boleh pasien hentikan di tengah jalan, meskipun gejala sudah membaik. Jika tidak dilakukan secara disiplin, bakteri bisa menjadi kebal dan menyebabkan TBC resistan obat yang lebih sulit disembuhkan.

Jenis Obat dalam Pengobatan Rutin TBC

Pengobatan TBC umumnya menggunakan kombinasi beberapa jenis OAT. Berikut obat-obatan yang sering digunakan:

  • Isoniazid (H)
    Berfungsi membunuh bakteri TBC yang aktif berkembang.
  • Rifampisin (R)
    Membunuh bakteri yang sedang berkembang maupun yang tidak aktif.
  • Pirazinamid (Z)
    Efektif membunuh bakteri dalam kondisi asam, terutama di awal pengobatan.
  • Etambutol (E)
    Mencegah terjadinya resistensi terhadap obat lain.

Keempat obat ini biasanya diberikan dalam bentuk obat kombinasi dosis tetap (KDT) agar lebih praktis dan meningkatkan kepatuhan pasien.

Tahapan Pengobatan TBC

Pengobatan rutin TBC terbagi menjadi dua tahap utama:

1. Tahap Intensif

  • Berlangsung selama 2 bulan
  • Pasien mengonsumsi kombinasi obat setiap hari
  • Bertujuan menurunkan jumlah bakteri secara cepat dan mengurangi penularan

2. Tahap Lanjutan

  • Berlangsung selama 4 bulan
  • Jumlah obat lebih sedikit dibanding tahap intensif
  • Bertujuan membunuh sisa bakteri dan mencegah kekambuhan
  • Total durasi pengobatan TBC standar adalah 6 bulan, dan harus dijalani sampai tuntas.

Pentingnya Minum Obat TBC Secara Teratur

Kepatuhan dalam minum obat merupakan kunci utama kesembuhan TBC. Beberapa alasan pentingnya pengobatan rutin antara lain:

  • Mencegah bakteri menjadi kebal obat
  • Mempercepat proses penyembuhan
  • Mengurangi risiko penularan ke orang lain
  • Menekan kemungkinan TBC kambuh kembali

Untuk membantu kepatuhan, biasanya pasien akan didampingi oleh Pengawas Minum Obat (PMO).

Efek Samping Pengobatan TBC

Selama pengobatan, beberapa pasien dapat mengalami efek samping ringan hingga sedang, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Urine berwarna kemerahan
  • Nafsu makan menurun
  • Kesemutan

Jika muncul keluhan berat, pasien harus segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar pengobatan tetap aman dan efektif.

Info Praktek Dokter Spesialis Paru di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan

Pengobatan rutin TBC melibatkan penggunaan kombinasi obat anti tuberkulosis yang pasien minum secara teratur selama minimal enam bulan.

Dengan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter spesialis paru Balangan dan tidak putus obat, TBC dapat sembuh sepenuhnya. Salah satu dokter paru di Kabupaten Balangan adalah dr. Widya Ramadhaniati, Sp. P.

Beliau saat ini berpraktek RSUD Datu Kandang Haji (RSDKH) Balangan. dr. Widya, Sp. P juga kerap menjadi narasumber untuk memberikan edukasi terkait TBC dan penyakit paru-paru lainnya.

Jadwal praktek dr. Widya, Sp. P selengkapnya bisa Anda lihat melalui aplikasi SI DIRMAN atau Mobile JKN untuk pasien khusus BPJS. Aplikasi SI DIRMAN tersedia di Google Play Store. Follow juga Instagram @rsdkhbalangan agar tidak ketinggalan info terbaru dari dr. Widya, Sp. P.

Cari tahu info praktek dokter spesialis lain yanga ada di Kabupaten Balangan dengan klik laman praktekdokterspesialis.com sekarang!

Recommended For You

Tinggalkan Balasan