Frozen shoulder atau dalam istilah medis disebut adhesive capsulitis merupakan kondisi gangguan pada sendi bahu yang ditandai dengan nyeri, kaku, dan keterbatasan gerak yang signifikan. Dokter spesialis fisioterapi Barito Kuala menyebutkan bahwa penyakit ini sering kali berkembang secara perlahan dan dapat berlangsung dalam waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun jika tidak tertangani dengan tepat.
Supaya tidak salah langkah, Sobat perlu memahami penyebab frozen shoulder serta jenis fisioterapi yang efektif untuk pemulihannya.
Apa Itu Frozen Shoulder?
Frozen shoulder adalah kondisi ketika kapsul sendi bahu mengalami peradangan dan penebalan sehingga menjadi kaku. Akibatnya, ruang gerak sendi bahu menyempit dan pergerakan lengan menjadi sangat terbatas. Kondisi ini umumnya dialami oleh orang berusia 40–60 tahun dan lebih sering terjadi pada perempuan.
Frozen shoulder biasanya berkembang dalam tiga fase, yaitu fase nyeri (freezing), fase kaku (frozen), dan fase pemulihan (thawing). Setiap fase bisa berlangsung beberapa bulan, sehingga penanganan dini menjadi sangat penting.
Penyebab Frozen Shoulder yang Perlu Diwaspadai
Kurangnya Pergerakan Bahu
Bahu yang jarang bergerak dalam jangka waktu lama, misalnya setelah cedera, operasi, atau pemasangan gips, berisiko mengalami kekakuan sendi. Kondisi imobilisasi ini membuat jaringan di sekitar sendi menebal dan kehilangan elastisitas.
Penyakit Penyerta
Sobat yang memiliki penyakit tertentu memiliki risiko lebih tinggi terkena frozen shoulder. Beberapa di antaranya adalah diabetes mellitus, gangguan tiroid, penyakit jantung, dan stroke. Pada penderita diabetes, frozen shoulder bahkan bisa terjadi pada kedua bahu.
Cedera atau Trauma Bahu
Cedera akibat jatuh, kecelakaan, atau aktivitas berat yang melibatkan bahu dapat memicu peradangan pada sendi. Jika nyeri membuat penderita enggan menggerakkan bahu, maka kekakuan dapat berkembang secara perlahan.
Postur Tubuh yang Buruk
Dokter spesialis fiisoterapi Barito Kuala menjelaskan bahwa postur tubuh yang salah seperti membungkuk terlalu lama atau posisi kerja yang tidak ergonomis dapat memberikan tekanan berlebih pada bahu. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu gangguan sendi termasuk frozen shoulder.
Faktor Usia dan Jenis Kelamin
Usia paruh baya dan lanjut menjadi faktor risiko utama. Selain itu, perempuan lebih sering mengalami frozen shoulder daripada laki-laki, terutama setelah memasuki masa menopause.
Peran Penting Fisioterapi pada Frozen Shoulder
Fisioterapi merupakan salah satu terapi utama dan paling dianjurkan dalam penanganan frozen shoulder. Tujuan fisioterapi adalah mengurangi nyeri, meningkatkan rentang gerak sendi, serta mengembalikan fungsi bahu secara bertahap.
Jenis Fisioterapi yang Tepat untuk Frozen Shoulder
Terapi Latihan (Exercise Therapy)
Latihan peregangan dan penguatan otot bahu menjadi inti dari fisioterapi frozen shoulder. Latihan ini secara bertahap sesuai fase penyakit dan toleransi nyeri pasien. Konsistensi latihan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemulihan.
Terapi Panas dan Dingin
Kompres hangat berguna untuk mengurangi kekakuan otot sebelum latihan, sedangkan kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan setelah latihan. Kombinasi keduanya sering muncul dalam sesi fisioterapi.
Mobilisasi Sendi
Fisioterapis akan melakukan teknik mobilisasi sendi secara manual untuk membantu meningkatkan kelenturan kapsul sendi bahu. Teknik ini harus dilakukan oleh tenaga profesional agar aman dan efektif.
Ultrasound dan TENS
Modalitas fisioterapi seperti ultrasound dan TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan sirkulasi darah di area bahu.
Frozen shoulder bukanlah kondisi yang sepele karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan. Mengenali penyebabnya sejak dini dan menjalani fisioterapi yang tepat merupakan langkah terbaik untuk mempercepat pemulihan.
Info Praktek Dokter Septia Susanti Rahadini, Sp.KFR
Jika Sobat mulai merasakan nyeri dan keterbatasan gerak pada bahu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau fisioterapis agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
Rekomendasi dokter spesialis fiisoterapi Barito Kuala yang bisa Sobat andalkan adalah dokter Septia Susanti Rahadini, Sp.KFR. Beliau sekarang sedang praktek di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan.
Beliau melayan pasien pada setiap Senin sampai Jumat pukul 08.00 – 11.00 WITA. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan maupun reservasi, Sobat bisa menghubungi CS di (0511) 4799118.
Itulah rekomendasi dokter spesialis fisioterapi yang bisa masyarakat Barito Kuala dan sekitarnya andalkan. Yuk, dapatkan lebih banyak informasi terkait rekomendasi dan jadwal praktek dokter spesialis yang lain dengan mengakses laman praktekdokterspesialis.com.
