Praktek dr. Sekar, Sp. M, Dokter Spesialis Mata Bantul

dokter spesialis mata Bantul dr. Sekar

Digital Eye Strain atau Computer Vision Syndrome adalah kondisi ketegangan mata yang terjadi akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan, seperti komputer, laptop, tablet, dan smartphone. Di era digital saat ini, kondisi ini menurut dr. Sekar, Sp. M semakin umum dialami oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja kantoran.

Paparan layar dalam waktu lama membuat mata bekerja lebih keras, terutama karena harus terus fokus pada teks atau gambar yang seringkali kecil dan kurang kontras. Jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik, Digital Eye Strain dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas sehari-hari.

Penyebab Digital Eye Strain

Beberapa faktor utama yang memicu Digital Eye Strain menurut dokter spesialis mata Bantul antara lain:

Paparan Layar Terlalu Lama

Menatap layar lebih dari 2 jam tanpa jeda dapat membuat otot mata tegang dan lelah.

Pencahayaan yang Tidak Tepat

  • Cahaya terlalu terang atau redup
  • Pantulan cahaya dari layar (glare)
  • Kurangnya pencahayaan di sekitar area kerja

Posisi dan Jarak Layar

Jarak layar yang terlalu dekat atau posisi yang tidak sejajar dengan mata dapat meningkatkan tekanan pada mata.

Frekuensi Berkedip Berkurang

Saat fokus pada layar, seseorang cenderung jarang berkedip, sehingga mata menjadi kering.

Gejala Digital Eye Strain

Gejala Digital Eye Strain bisa bervariasi, namun umumnya meliputi:

  • Mata terasa lelah atau tegang
  • Mata kering atau berair
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada leher, bahu, atau punggung
  • Sensitivitas terhadap cahaya

Jika gejala ini terjadi secara terus-menerus, sebaiknya segera melakukan evaluasi kebiasaan penggunaan perangkat digital.

Cara Mengatasi Digital Eye Strain

Untuk mengurangi risiko dan gejala Digital Eye Strain, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Terapkan Aturan 20-20-20

Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

2. Atur Pencahayaan

  • Gunakan pencahayaan yang cukup
  • Hindari pantulan cahaya langsung ke layar
  • Gunakan filter anti-glare jika diperlukan

3. Sesuaikan Posisi Layar

  • Pastikan layar berada:
  • Sekitar 50–70 cm dari mata
  • Sedikit di bawah garis pandang mata

4. Perbanyak Berkedip

Usahakan untuk sering berkedip agar mata tetap lembap.

5. Gunakan Kacamata Khusus

Kacamata dengan lensa anti radiasi atau blue light filter dapat membantu mengurangi ketegangan mata.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Spesialis Mata di Bantul?

Digital Eye Strain adalah masalah kesehatan mata yang semakin umum di era digital. Kondisi ini terjadi akibat penggunaan perangkat elektronik secara berlebihan tanpa diimbangi dengan kebiasaan yang sehat.

Jika gejala Digital Eye Strain tidak membaik meskipun sudah melakukan berbagai pencegahan, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis mata. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan penglihatan lain yang lebih serius.

Salah satu dokter mata di Bantul yang bisa menjadi pertimbangan adalah dr. Sekar Kumalasari, Sp. M. Di Bantul, dr. Sekar berpraktek di Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII).

Jadwal praktek dr. Sekar ialah setiap hari Senin, Selasa, Rabu dan Jumat pukul 10.30 – 13.00 WIB, hari Kamis pukul 12.30 – 20.00 WIB, serta hari Sabtu pukul 07.00 – 10.15 WIB.

Jadwal praktek dokter selengkapnya bisa Anda lihat melalui website rsuii.co.id/jadwal-dokter. Untuk mengetahui update jadwal harian dr. Sekar, jangan lupa follow Instagram @rumahsakit.uii. Di sana juga tersedia kontak yang bisa Anda hubungi terkait informasi maupun pendaftaran.

Cari tahu lebih banyak rekomendasi dan jadwal praktek dokter spesialis lainnya di Kabupaten Bantul hanya di praktekdokterspesialis.com!

Recommended For You