Banjir tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga membawa berbagai risiko kesehatan, salah satunya penyakit kulit. Menurut dr. Eka, Sp. DVE, air banjir umumnya tercemar lumpur, sampah, limbah, hingga kuman dan jamur yang dapat memicu gangguan pada kulit.
Kondisi kulit yang terus-menerus terpapar air kotor dan lembap membuat penyakit kulit saat banjir menjadi ancaman serius, terutama bagi warga di daerah terdampak.
Mengapa Banjir Rentan Menyebabkan Penyakit Kulit?
Saat banjir, kulit sering bersentuhan langsung dengan air yang tidak higienis. Selain itu, keterbatasan air bersih dan sanitasi membuat kebersihan tubuh sulit dijaga.
Kata dokter spesialis kulit Banjar, lingkungan lembap juga mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga risiko infeksi kulit meningkat.
Jenis Penyakit Kulit yang Sering Muncul Saat Banjir
Berikut beberapa penyakit kulit yang kerap menghantui saat musim banjir:
1. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak terjadi akibat iritasi atau reaksi alergi setelah kulit bersentuhan dengan zat berbahaya dalam air banjir.
Gejala yang muncul seperti:
- Kulit kemerahan
- Gatal dan perih
- Muncul ruam atau lepuhan kecil
2. Infeksi Jamur Kulit
Lingkungan lembap menjadi tempat ideal bagi jamur untuk berkembang, terutama di area lipatan tubuh.
Ciri-cirinya meliputi:
- Rasa gatal intens
- Kulit bersisik atau mengelupas
- Bau tidak sedap pada area terinfeksi
3. Bisul dan Infeksi Bakteri
Air banjir mengandung bakteri yang dapat masuk melalui luka kecil di kulit dan menyebabkan infeksi.
Tanda-tanda umumnya antara lain:
- Benjolan merah berisi nanah
- Nyeri saat disentuh
- Kadang disertai demam
4. Scabies (Kudis)
Scabies mudah menyebar saat banjir karena keterbatasan kebersihan dan penggunaan barang pribadi secara bergantian.
Gejala khas scabies di antaranya:
- Gatal hebat terutama malam hari
- Ruam kecil seperti jerawat
- Luka akibat garukan
Cara Mencegah Penyakit Kulit Saat Banjir
Pencegahan menjadi langkah terbaik untuk menghindari penyakit kulit selama banjir. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain:
- Menghindari kontak langsung dengan air banjir jika tidak mendesak
- Menggunakan sepatu boot dan pakaian pelindung
- Segera membersihkan tubuh dengan air bersih dan sabun setelah terpapar
- Menjaga kulit tetap kering, terutama di area lipatan
- Mengobati luka kecil secepat mungkin
Kapan Harus ke Dokter?
Jika keluhan kulit tidak membaik, semakin parah, atau disertai nyeri dan demam, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Info Praktek Dokter Spesialis Kulit di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Penyakit kulit yang menghantui saat banjir merupakan masalah kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele. Dengan mengenali jenis penyakit, gejala, serta langkah pencegahannya, risiko gangguan kulit dapat diminimalkan.
Menjaga kebersihan dan kewaspadaan selama banjir menjadi kunci utama untuk melindungi kesehatan kulit. Bagi Anda yang merasakan gejala gatal-gatal akibat banjir atau hal lain, segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit Banjar.
Salah satunya adalah dr. Eka Listyrini, M. Sc., Sp. DVE. dr. Eka, Sp. DVE berpraktek di RSUD Ratu Zalecha Martapura, Kabupaten Banjar. Jadwal praktek beliau adalah setiap hari Selasa dan Kamis pukul 08.00 – 12.00 WITA.
Untuk mengetahui informasi lengkap seputar jadwal dr. Eka, Sp. DVE, jangan lupa untuk follow Instagram resmi rumah sakit @rsudratuzalecha.
Demikianlah informasi mengenai jadwal praktek lengkap dr. Eka, Sp. DVE sebagai dokter kulit di Kabupaten Banjar. Jika Anda ingin tahu info praktek dokter spesialis lain yang ada di Banjar dan sekitarnya, silakan kunjungi laman praktekdokterspesialis.com.
