Sobat, sirosis merupakan penyakit hati kronis yang terjadi akibat kerusakan sel hati secara bertahap dan berlangsung lama. Dokter spesialis penyakit dalam Tanah Bumbu menjelaskan bahwa kondisi ini membuat jaringan hati yang sehat berubah menjadi jaringan parut sehingga fungsi hati menurun dan tidak dapat bekerja secara optimal.
Sayangnya, masih banyak kesalahan dalam penanganan sirosis yang justru memperburuk kondisi pasien dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Memahami kesalahan-kesalahan ini sangat penting agar penanganan sirosis dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.
Kesalahan dalam Penanganan Sirosis yang Perlu Diwaspadai
Menganggap Sirosis Bisa Sembuh Total
Salah satu kesalahan paling umum dalam penanganan sirosis adalah anggapan bahwa penyakit ini dapat sembuh total dengan pengobatan singkat. Faktanya, sirosis bersifat kronis dan umumnya tidak dapat disembuhkan sepenuhnya.
Penanganan yang tepat bertujuan untuk memperlambat kerusakan hati, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Ketika Sobat atau keluarga pasien memiliki ekspektasi yang keliru, kepatuhan terhadap pengobatan jangka panjang sering kali menurun. Padahal, kontrol rutin dan pengobatan berkelanjutan sangat penting untuk mencegah kondisi semakin parah.
Mengabaikan Penyebab Utama Sirosis
Kesalahan berikutnya adalah tidak menangani penyebab utama sirosis. Penyakit ini bisa terjadi akibat berbagai faktor seperti hepatitis virus, konsumsi alkohol berlebihan, perlemakan hati non-alkohol, atau gangguan metabolik tertentu. Jika hanya fokus pada gejala tanpa mengatasi penyebabnya, kerusakan hati akan terus berlanjut.
Sebagai contoh, pasien dengan sirosis akibat alkohol yang masih mengonsumsi minuman beralkohol akan mengalami perburukan kondisi meskipun sudah mendapatkan terapi medis. Oleh karena itu, pengendalian faktor penyebab menjadi kunci utama dalam penanganan sirosis.
Tidak Patuh terhadap Anjuran Dokter
Sobat, ketidakpatuhan terhadap anjuran dokter merupakan kesalahan serius dalam penanganan sirosis. Beberapa pasien menghentikan obat secara sepihak ketika merasa kondisinya membaik, atau justru mengonsumsi obat dan suplemen tanpa konsultasi medis.
Padahal, dokter spesialis penyakit dalam Tanah Bumbu menuturkan bahwa hati yang sudah rusak sangat sensitif terhadap zat kimia tertentu. Konsumsi obat sembarangan dapat memperparah kerusakan hati dan memicu komplikasi berbahaya. Karena itu, setiap pengobatan, termasuk obat herbal, sebaiknya selalu dikonsultasikan terlebih dahulu.
Pola Makan yang Tidak Tepat
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah penerapan pola makan yang keliru. Sebagian pasien mengabaikan pengaturan asupan garam, protein, dan cairan, padahal hal ini sangat berpengaruh pada kondisi sirosis. Asupan garam berlebih, misalnya, dapat memperparah penumpukan cairan di perut atau kaki.
Di sisi lain, membatasi makanan secara berlebihan tanpa panduan ahli gizi juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kekurangan nutrisi. Penanganan sirosis seharusnya disertai dengan pengaturan pola makan yang seimbang dan sesuai kebutuhan medis pasien.
Mengabaikan Perubahan Gaya Hidup
Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup memegang peranan penting dalam penanganan sirosis. Kesalahan yang sering dilakukan adalah tetap menjalani pola hidup tidak sehat, seperti kurang istirahat, merokok, dan tidak mengelola stres dengan baik.
Padahal, gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan dan mendukung fungsi hati yang masih tersisa. Aktivitas fisik ringan yang sesuai kemampuan dan manajemen stres yang baik sangat dokter anjurkan bagi pasien sirosis.
Sobat, penanganan sirosis membutuhkan pemahaman yang tepat, kesabaran, dan komitmen jangka panjang. Kesalahan dalam penanganan, mulai dari salah persepsi tentang kesembuhan hingga ketidakpatuhan terhadap anjuran medis, dapat mempercepat kerusakan hati dan meningkatkan risiko komplikasi.
Info Praktek Dokter Bustoni Tamsil, Sp.PD
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, harapannya pasien sirosis dapat menjalani hidup yang lebih berkualitas dan kondisi penyakit dapat terkendali dengan lebih baik. Selalu konsultasikan setiap langkah penanganan dengan tenaga medis agar pengelolaan sirosis berjalan aman dan optimal.
Salah satu dokter spesialis penyakit dalam Tanah Bumbu yang bisa Sobat temui untuk konsultasi terkait sirosis adalah dokter Bustoni Tamsil, Sp.PD. Beliau sekarang sedang praktek di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor dengan jadwal sebagai berikut:
- Senin – Kamis: 08.00 – 15.00 WITA
- Jumat: 08.00 – 12.00 WITA
- Sabtu: 08.00 – 13.30 WITA
Bagi Sobat yang masih memiliki pertanyaan terkait layanan beliau, Sobat bisa menghubungi CS di 0811-5040-540.
Tidak hanya itu, dokter Tamsil, Sp.PD juga melayani pasien di RS Marina Permata dengan jadwal setiap Rabu dan Kamis pukul 10.00 – 12.00 WIB, serta Jumat pukul 09.00 – 11.00 WIB. Untuk informasi lebih detail terkait reservasi layanan beliau, silahkan menghubungi admin di (0518) 71118.
Itulah rekomendasi dokter spesialis penyakit dalam yang bisa masyarakat Tanah Bumbu dan sekitarnya andalkan. Yuk, dapatkan informasi selengkapnya terkait rekomendasi maupun jadwal praktek dokter spesialis yang lain dengan mengakses praktekdokterspesialis.com.
