Sobat, kelainan tulang bawaan merupakan kondisi medis yang sudah terjadi sejak bayi masih dalam kandungan. Dokter spesialis orthopedi Kotabaru menjelaskan bahwa kelainan ini dapat memengaruhi bentuk, ukuran, struktur, hingga fungsi tulang dan sendi.
Meski tidak selalu langsung terlihat saat lahir, beberapa kelainan tulang bawaan baru terdeteksi seiring pertumbuhan anak. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai kondisi ini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan sedini mungkin.
Apa Itu Kelainan Tulang Bawaan?
Kelainan tulang bawaan adalah gangguan pada sistem rangka yang terjadi akibat proses pembentukan tulang yang tidak sempurna selama masa kehamilan. Kondisi ini dapat bersifat ringan hingga berat, tergantung jenis dan tingkat keparahannya.
Pada sebagian kasus, kelainan ini tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, namun pada kondisi tertentu dapat menimbulkan keterbatasan gerak dan komplikasi kesehatan lainnya.
Jenis-Jenis Kelainan Tulang Bawaan
Sobat, ada berbagai jenis kelainan tulang bawaan yang sering ditemukan, di antaranya:
Kaki Pengkor (Clubfoot)
Kondisi ini ditandai dengan posisi kaki yang berputar ke dalam atau ke bawah. Kaki pengkor dapat terjadi pada satu atau kedua kaki dan memerlukan terapi khusus sejak bayi agar bentuk kaki dapat diperbaiki.
Skoliosis Bawaan
Skoliosis bawaan adalah kelengkungan tulang belakang yang terjadi sejak lahir akibat pertumbuhan ruas tulang yang tidak seimbang. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat semakin parah seiring pertumbuhan anak.
Displasia Tulang
Displasia tulang merupakan gangguan pertumbuhan tulang yang menyebabkan tubuh memiliki proporsi tidak normal, seperti lengan atau kaki yang lebih pendek dari ukuran seharusnya.
Spina Bifida
Kelainan ini terjadi akibat kegagalan penutupan tulang belakang dan sumsum tulang belakang saat janin berkembang. Dokter spesialis orthopedi Kotabaru menuturkan bahwa spina bifida dapat memengaruhi kemampuan bergerak dan fungsi saraf.
Sindaktili dan Polidaktili
Sindaktili adalah kondisi jari tangan atau kaki yang saling menyatu, sedangkan polidaktili ditandai dengan jumlah jari yang lebih dari normal.
Penyebab Kelainan Tulang Bawaan
Sobat, kelainan tulang bawaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik genetik maupun lingkungan. Faktor genetik berkaitan dengan kelainan kromosom atau riwayat penyakit dalam keluarga.
Sementara itu, faktor lingkungan meliputi kekurangan nutrisi selama kehamilan, terutama asam folat dan kalsium, paparan zat berbahaya, infeksi selama kehamilan, serta penggunaan obat-obatan tertentu tanpa pengawasan medis.
Cara Diagnosis Kelainan Tulang Bawaan
Diagnosis kelainan tulang bawaan dapat dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Setelah bayi lahir, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, foto rontgen, CT scan, atau MRI untuk memastikan jenis dan tingkat keparahan kelainan. Deteksi dini sangat berperan dalam menentukan keberhasilan terapi.
Penanganan dan Pengobatan
Penanganan kelainan tulang bawaan bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa metode yang umum dilakukan meliputi terapi fisik, penggunaan alat bantu seperti brace atau gips, hingga tindakan operasi. Pada kondisi tertentu, terapi jangka panjang diperlukan untuk membantu anak mencapai kualitas hidup yang optimal.
Upaya Pencegahan yang Dapat Dilakukan
Meski tidak semua kelainan tulang bawaan dapat dicegah, Sobat dapat meminimalkan risikonya dengan menjaga kesehatan selama kehamilan. Konsumsi nutrisi seimbang, rutin memeriksakan kehamilan, menghindari rokok dan alkohol, serta mengikuti anjuran dokter merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan janin yang sehat.
Info Praktek Dokter Andi Karsapin T, Sp.OT
Kelainan tulang bawaan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan pengetahuan yang cukup, deteksi dini, serta penanganan yang tepat, penderita kelainan tulang bawaan tetap dapat menjalani kehidupan yang aktif dan produktif.
Apabila Sobat ingin berdiskusi mengenai kesehatan tulang, Sobat bisa bertemu dengan dokter Andi Karsapin T, Sp.OT. Beliau merupakan dokter spesialis orthopedi Kotabaru yang sekarang praktek di RSUD Pangeran Jaya Sumitra dan RSUD Sengayam.
Jadwal pelayanan dokter Andi di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru adalah setiap Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat pukul 08.00 – 15.00 WITA. Bagi Sobat yang ingin melakukan reservasi, Sobat bisa menghubungi admin di (0518) 21118/ 08225-9776-756.
Selain itu, dokter Andi juga melayani pasien di RSUD Sengayam pada setiap Selasa pukul 13.00 WITA – selesai. Jadwal tersebut bisa berubah kapan saja sehingga Sobat perlu melakukan konfirmasi melalui CS di 0822-3088-5391.
Itulah rekomendasi dokter spesialis orthopedi yang bisa masyarakat Kotabaru dan sekitarnya andalkan. Yuk, dapatkan lebih banyak informasi terkait rekomendasi dan jadwal praktek dokter spesialis yang lain dengan mengakses situs praktekdokterspesialis.com.
