Sobat, pernahkah melihat seseorang mengalami gerakan tubuh yang berulang, kaku, atau posisi tubuh yang tampak tidak wajar tanpa disadari? Dokter spesialis saraf Hulu Sungai Tengah menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa jadi bukan sekadar kebiasaan, melainkan gejala dari distonia.
Distonia adalah salah satu gangguan sistem saraf yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan otot secara normal. Meski tergolong jarang dikenal oleh masyarakat luas, distonia dapat berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya.
Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk mengenal lebih jauh apa itu distonia, penyebabnya, serta cara penanganannya.
Apa Itu Distonia?
Distonia adalah gangguan gerak yang ditandai dengan kontraksi otot yang tidak terkendali, sehingga menyebabkan gerakan berulang, memutar, atau postur tubuh yang tidak normal. Gangguan ini terjadi akibat adanya masalah pada bagian otak yang berfungsi mengatur gerakan, terutama basal ganglia.
Distonia dapat menyerang satu bagian tubuh saja, seperti leher atau tangan, namun bisa juga melibatkan beberapa bagian tubuh sekaligus. Tingkat keparahannya pun bervariasi, mulai dari ringan hingga berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jenis-Jenis Distonia
Sobat perlu tahu bahwa distonia memiliki beberapa jenis, di antaranya:
- Distonia fokal, yaitu distonia yang hanya menyerang satu bagian tubuh, seperti:
- Cervical dystonia (leher)
- Writer’s cramp (tangan saat menulis)
- Distonia segmental yang melibatkan dua atau lebih bagian tubuh yang berdekatan.
- Distonia generalisata yang menyerang sebagian besar otot tubuh, umumnya muncul sejak usia anak-anak.
- Distonia multifokal yang mengenai dua atau lebih bagian tubuh yang tidak berdekatan.
Gejala Distonia yang Perlu Diwaspadai
Gejala distonia bisa berkembang secara perlahan dan sering kali tidak langsung dikenali. Berikut ini beberapa tanda yang umum muncul menurut dokter spesialis saraf Hulu Sungai Tengah:
- Otot terasa kaku dan menegang tanpa disadari
- Gerakan berulang atau memutar
- Posisi kepala, tangan, atau kaki menjadi tidak normal
- Nyeri otot akibat kontraksi berkepanjangan
- Gejala memburuk saat stres atau kelelahan
Pada sebagian penderita, gejala dapat membaik saat tubuh dalam kondisi rileks atau saat tidur.
Penyebab Distonia
Penyebab distonia sangat beragam. Secara umum, distonia dibagi menjadi dua berdasarkan penyebabnya, yaitu:
- Distonia primer yang biasanya bersifat genetik dan tidak disertai penyakit lain.
- Distonia sekunder yang muncul akibat kondisi tertentu seperti cedera otak, stroke, infeksi, efek samping obat, atau penyakit saraf lainnya.
Namun, pada banyak kasus, penyebab pasti distonia tidak selalu dapat diketahui secara jelas.
Cara Diagnosis dan Penanganan Distonia
Diagnosis distonia terjadi melalui pemeriksaan klinis oleh dokter saraf yang dapat terlengkapi dengan pemeriksaan penunjang seperti MRI atau tes genetik bila perlu. Penanganannya pun terlaksana sesuai dengan jenis dan tingkat keparahan distonia.
Beberapa metode penanganan yang umum dilakukan antara lain:
- Pemberian obat-obatan untuk membantu mengurangi kontraksi otot
- Suntikan botulinum toxin yang efektif untuk distonia fokal
- Terapi fisik untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot
- Tindakan bedah seperti deep brain stimulation, pada kasus berat yang tidak responsif terhadap terapi lain
Hidup dengan Distonia
Sobat, meski distonia belum dapat disembuhkan sepenuhnya, banyak penderita yang tetap bisa menjalani hidup secara produktif dengan penanganan yang tepat. Dukungan keluarga, pemahaman lingkungan sekitar, serta kepatuhan terhadap terapi sangat berperan dalam meningkatkan kualitas hidup penderita distonia.
Info Praktek Dokter M. Gilang Nispu Saputra, Sp.N., FINA, FMD, DAIFDN, Dipt. of Pain, AIFO-K
Mengenal distonia sejak dini adalah langkah penting agar kondisi ini tidak disalahartikan sebagai gangguan psikologis atau kebiasaan buruk. Dengan informasi yang tepat, Sobat dapat lebih waspada dan empati terhadap mereka yang hidup dengan distonia.
Jika Sobat atau orang terdekat mengalami beberapa tanda di atas, Sobat bisa bertemu dengan dokter M. Gilang, Sp.N., FINA, FMD, DAIFDN, Dipt. of Pain, AIFO-K untuk konsultasi. Beliau adalah dokter spesialis saraf Hulu Sungai Tengah yang sekarang sedang bertugas di RSUD H. Damanhuri Barabai.
Jadwal praktek dokter Gilang bisa Sobat cek secara berkala di laman web.rshdbarabai.com. Bagi Sobat yang masih memiliki pertanyaan mengenai layanan beliau, silahkan menghubungi admin di 0852-4980-8800.
Tidak hanya di RSUD, dokter Gilang juga praktek di Klinik Utama Asy-Syifa Darul Hidayah pada setiap Rabu pukul 16.00 – 18.00 WITA. Untuk pendaftaran online, Sobat bisa menghubungi CS di 0853-4880-5060. Ikuti akun IG resminya juga di @klinikutamaasysyifa untuk memudahkan akses informasi terbarunya.
Itulah rekomendasi dokter spesialis saraf yang bisa masyarakat Hulu Sungai Tengah dan sekitarnya andalkan. Yuk, dapatkan informasi selengkapnya terkait rekomendasi praktek dokter spesialis yang lain dengan mengunjungi situs praktekdokterspesialis.com.
