Obsessive Compulsive Disorder (OCD) merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang cukup sering disalahpahami oleh masyarakat. Menurut dr. Herman, Sp. KJ, masih banyak orang yang menganggap OCD sekadar kebiasaan perfeksionis atau suka kebersihan berlebihan.
Padahal kata dokter spesialis kesehatan jiwa Kotabaru, OCD adalah kondisi medis serius yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya secara signifikan. Lalu, apakah Obsessive Compulsive Disorder (OCD) bisa berbahaya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Obsessive Compulsive Disorder (OCD)?
Obsessive Compulsive Disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan dua komponen utama, yaitu obsesi dan kompulsi.
- Obsesi: Pikiran, dorongan, atau gambaran yang muncul berulang kali dan menimbulkan kecemasan.
- Kompulsi: Perilaku atau ritual yang dilakukan berulang untuk mengurangi kecemasan akibat obsesi.
Contohnya, seseorang merasa cemas berlebihan terhadap kuman (obsesi) sehingga mencuci tangan berkali-kali secara berlebihan (kompulsi).
Apakah OCD Bisa Berbahaya?
Jawabannya, ya. OCD bisa berbahaya jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Bahaya OCD tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga berdampak besar pada kondisi mental, sosial, dan fungsi sehari-hari.
Dampak OCD terhadap Kesehatan Mental
OCD yang tidak diobati dapat memicu berbagai masalah psikologis lain, seperti:
- Gangguan kecemasan berat
- Depresi
- Perasaan bersalah dan rendah diri
- Risiko munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri
Tekanan mental yang terus-menerus membuat penderita sulit menikmati hidup secara normal.
Dampak OCD pada Kehidupan Sehari-hari
OCD dapat mengganggu aktivitas harian, seperti:
- Sulit fokus bekerja atau belajar
- Menghabiskan waktu berjam-jam untuk ritual kompulsif
- Menurunnya produktivitas
- Gangguan hubungan sosial dan keluarga
Dalam kasus berat, penderita bisa mengisolasi diri karena rasa malu atau takut dinilai orang lain.
Apakah OCD Bisa Menyebabkan Bahaya Fisik?
Secara tidak langsung, OCD juga dapat menimbulkan risiko fisik, misalnya:
- Kulit rusak akibat mencuci tangan berlebihan
- Kelelahan ekstrem karena kurang tidur
- Cedera akibat ritual berulang yang berlebihan
Meski bukan penyebab utama, dampak fisik ini tetap perlu diwaspadai.
Kapan OCD Perlu Penanganan Medis?
OCD sebaiknya segera ditangani jika:
- Gejala semakin sering dan sulit dikendalikan
- Aktivitas harian terganggu
- Muncul depresi atau pikiran menyakiti diri
- Ritual kompulsif memakan banyak waktu
Penanganan OCD biasanya meliputi psikoterapi, seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), serta pengobatan sesuai rekomendasi tenaga medis.
Pilihan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan
Obsessive Compulsive Disorder (OCD) bukanlah kebiasaan sepele. OCD bisa berbahaya jika Anda biarkan tanpa penanganan, karena dapat memengaruhi kesehatan mental, kehidupan sosial, hingga kondisi fisik penderitanya.
Dengan diagnosis dini dan terapi yang tepat, OCD dapat penderita kendalikan sehingga tetap bisa menjalani hidup yang produktif dan berkualitas. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala OCD, jangan ragu untuk mencari bantuan dokter spesialis kesehatan jiwa Kotabaru.
Salah satu pilihannya adalah dr. Herman, Sp. KJ. Beliau berpraktek di RSUD Pangeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru. Melansir dari laman resmi rumah sakit di rsud-kotabarukab.org, jadwal praktek dr. Herman, Sp. KJ ialah setiap hari Senin – Jumat pukul 08.00 – 15.00 WITA.
Untuk konfirmasi jadwal praktek beliau, Anda bisa menghubungi nomor 08225-9776-756. dr. Herman, Sp. KJ melayani pasien umum maupun pasien BPJS. Jangan lupa juga untuk follow Instagram @rsudpjs_ig agar tidak ketinggalan update jadwal dokter terbaru.
Demikianlah informasi mengenai jadwal praktek dr. Herman, Sp. KJ, dokter spesialis kesehatan jiwa di Kabupaten Kotabaru. Untuk mendapatkan info praktek dokter spesialis lainnya yang ada di kota/kabupaten di Kalimantan Selatan, silakan kunjungi website praktekdokterspesialis.com.
