Gelembung air pada kulit sering dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Dalam dunia medis, gelembung berisi cairan pada kulit dikenal sebagai lepuh atau blister. Kondisi ini menurut dr. Istiana, Sp. KK dapat muncul di tangan, kaki, wajah, maupun area tubuh lainnya. Penyebabnya pun sangat beragam, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi kulit tertentu.
Menurut dokter spesialis kulit Sleman, gelembung air pada kulit terjadi ketika lapisan kulit mengalami kerusakan sehingga cairan terkumpul di bawah permukaan kulit. Cairan tersebut berfungsi melindungi jaringan kulit yang sedang mengalami peradangan atau cedera.
Penyebab Gelembung Air pada Kulit
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya gelembung air pada kulit. Berikut penjelasannya.
1. Gesekan Berulang pada Kulit
Salah satu penyebab paling umum adalah gesekan yang terjadi terus-menerus. Kondisi ini sering dialami pada kaki akibat penggunaan sepatu yang terlalu sempit atau aktivitas berjalan dalam waktu lama.
Gesekan menyebabkan lapisan kulit terpisah dan akhirnya membentuk kantong cairan sebagai perlindungan alami tubuh. Biasanya gelembung akibat gesekan terasa nyeri saat disentuh.
2. Luka Bakar dan Paparan Panas
Paparan panas berlebih, seperti terkena air panas, uap, atau sinar matahari berlebihan juga bisa memicu terbentuknya gelembung air pada kulit. Luka bakar ringan hingga sedang sering ditandai dengan kulit kemerahan disertai lepuhan berisi cairan.
Selain panas, paparan bahan kimia tertentu juga dapat menyebabkan iritasi dan lepuhan pada kulit.
3. Infeksi Virus dan Bakteri
Beberapa infeksi dapat menyebabkan gelembung air pada kulit, antara lain:
- Cacar air
- Herpes
- Impetigo
- Hand, foot, and mouth disease
Pada kondisi ini, gelembung biasanya disertai gejala lain seperti demam, gatal, nyeri, atau kulit kemerahan. Dokter spesialis kulit menyarankan agar gelembung akibat infeksi tidak Anda pecahkan karena dapat memperparah penyebaran kuman.
4. Reaksi Alergi dan Dermatitis
Kulit yang sensitif terhadap bahan tertentu dapat mengalami dermatitis kontak. Reaksi ini muncul setelah kulit bersentuhan dengan sabun, deterjen, kosmetik, logam, atau bahan kimia tertentu.
Gejalanya meliputi:
- Gatal hebat
- Kemerahan
- Kulit terasa panas
- Gelembung kecil berisi cairan
Jika penyebab alergi tidak dihindari, kondisi kulit dapat semakin parah.
5. Penyakit Kulit Autoimun
Dalam beberapa kasus, gelembung air pada kulit dapat menjadi tanda penyakit autoimun seperti pemfigus atau bullous pemphigoid. Penyakit ini terjadi ketika sistem imun menyerang jaringan kulit sehat sehingga terbentuk lepuhan besar dan mudah pecah.
Kondisi autoimun biasanya membutuhkan penanganan khusus dari dokter spesialis kulit karena dapat berlangsung kronis.
Kapan Harus Periksa ke Dokter Spesialis Kulit di Sleman?
Segera periksakan diri apabila gelembung air:
- Berukuran besar
- Sangat nyeri
- Disertai demam
- Bernanah
- Menyebar dengan cepat
- Tidak sembuh dalam beberapa hari
Pemeriksaan sejak dini penting untuk mengetahui penyebab pasti dan mencegah komplikasi pada kulit. Dengan penanganan yang tepat, gelembung air pada kulit umumnya dapat sembuh tanpa meninggalkan masalah serius.
Bagi warga Sleman, salah satu pilihan dokter kulit terbaik adalah dr. Istiana Fiatiningsih, Sp. KK. Beliau berpraktek di RSUD Sleman dan RSU Hermina Yogya. Jadwal praktek dr. Istiana di RSUD Sleman ialah setiap hari Senin – Kamis pukul 08.00 – 14.30, hari Jumat pukul 08.00 – 11.30 WIB, dan hari Sabtu pukul 08.00 – 13.00 WIB.
Untuk informasi selengkapnya, bisa Anda lihat melalui Instagram @rsudsleman. Sementara di RSU Hermina Yogya, dr. Istiana praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 14.30 – 16.30 WIB. Jika Anda ingin tahu informasi dan cara pendaftaran konsultasi dengan dr. Istiana, silakan follow Instagram @rsu.herminayogya.
Bagi yang ingin tahu jadwal praktek dokter spesialis lain di Sleman dan sekitarnya, bisa klik laman praktekdokterspesialis.com.
