Darah rendah atau hipotensi merupakan kondisi ketika tekanan darah berada di bawah angka normal, yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Pada ibu hamil, kondisi ini kata dr. Nyoman, Sp. OG cukup sering terjadi, terutama pada trimester pertama dan kedua akibat perubahan hormon.
Meski kerap dianggap sepele, bahaya darah rendah pada ibu hamil tidak boleh diabaikan karena dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun janin.
Tekanan darah yang terlalu rendah bisa mengganggu aliran darah ke organ vital, termasuk plasenta. Jika membiarkan hal ini tanpa penanganan dokter spesialis kandungan Balangan yang tepat, kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Penyebab Darah Rendah pada Ibu Hamil
Ada beberapa faktor yang dapat memicu tekanan darah rendah selama kehamilan, antara lain:
- Perubahan hormon kehamilan
Hormon progesteron menyebabkan pembuluh darah melebar sehingga tekanan darah menurun. - Kurangnya asupan cairan
Dehidrasi dapat memperparah kondisi darah rendah. - Kurang nutrisi
Kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat dapat memengaruhi tekanan darah. - Berdiri atau berubah posisi terlalu cepat
Kondisi ini dikenal sebagai hipotensi ortostatik.
Gejala Darah Rendah yang Sering Dialami Ibu Hamil
Ibu hamil dengan tekanan darah rendah biasanya mengalami beberapa tanda berikut:
- Pusing atau kepala terasa ringan
- Pandangan kabur
- Mudah lelah dan lemas
- Mual
- Pingsan
- Jantung berdebar
Jika gejala muncul berulang atau semakin berat, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Bahaya Darah Rendah pada Ibu Hamil bagi Janin
Tekanan darah yang terlalu rendah dapat mengurangi suplai oksigen dan nutrisi ke janin. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
- Pertumbuhan janin terhambat
- Berat badan lahir rendah
- Risiko kelahiran prematur
- Gangguan perkembangan organ janin
Dalam kondisi ekstrem, hipotensi yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
Cara Aman Mengatasi Darah Rendah Saat Hamil
Untuk mengurangi bahaya darah rendah pada ibu hamil, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
- Minum air putih yang cukup setiap hari
- Konsumsi makanan bergizi seimbang
- Makan dalam porsi kecil tetapi sering
- Hindari berdiri terlalu lama atau bangun secara mendadak
- Istirahat cukup dan hindari kelelahan berlebihan
- Konsultasi rutin dengan dokter kandungan
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika darah rendah disertai pingsan, nyeri dada, sesak napas, atau gangguan penglihatan yang parah. Penanganan medis sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius bagi ibu dan janin.
Rekomendasi Dokter Spesialis Kandungan di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan
Bahaya darah rendah pada ibu hamil tidak boleh dianggap remeh. Dengan mengenali penyebab, gejala, serta cara pencegahannya sejak dini, ibu hamil dapat menjaga kehamilan tetap sehat dan aman.
Pemeriksaan rutin ke dokter spesialis kandungan Balangan dan pola hidup sehat menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi akibat tekanan darah rendah selama kehamilan. Salah satu rekomendasi terbaik dokter kandungan di Balangan adalah dr. Nyoman Suyasa Wijaya, Sp. OG (K).
Beliau saat ini berpraktek di RSUD Datu Kandang Haji Balangan. Untuk mengetahui jadwal praktek dan pendaftaran konsultasi dr. Nyoman, Sp. OG, silakan login melalui aplikasi SI DIRMAN (khusus pasien umum) atau Mobile JKN (khusus pasien BPJS).
Selain di RSUD Datu Kandang Haji, dr. Nyoman, Sp. OG juga praktek mandiri di Apotek Uwais. Alamatnya di Jl. A. Yani No. 50, RT. 04/RW. 02, Paringin Kota, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan.
Silakan daftarkan diri untuk konsultasi dengan menghubungi nomor 0822-5522-5324. Bisa juga dengan DM Instagram @apotek_uwais untuk mengetahui informasi selengkapnya.
Jika Anda juga sedang mencari tahu jadwal praktek dokter spesialis lainnya yang ada di Balangan, langsung saja kunjungi laman praktekdokterspesialis.com.
