TB ginjal atau tuberkulosis ginjal adalah salah satu bentuk tuberkulosis ekstraparu, yaitu infeksi TB yang tidak hanya menyerang paru-paru. Kata dr. Suhastinah, Sp. PD, pada kondisi ini, bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebar ke ginjal melalui aliran darah dan menyebabkan peradangan kronis pada jaringan ginjal.
Meski tergolong jarang dibandingkan TB paru, TB ginjal dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam Hulu Sungai Selatan, TB ginjal sering berkembang secara perlahan dan kerap tidak menimbulkan gejala khas pada tahap awal. Akibatnya, banyak penderita baru menyadari penyakit ini saat sudah terjadi kerusakan ginjal yang cukup berat.
Penyebab TB Ginjal
Penyebab utama TB ginjal adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Umumnya, bakteri ini berasal dari TB paru yang tidak terkontrol dan kemudian menyebar ke organ lain.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko TB ginjal antara lain:
- Riwayat TB paru sebelumnya
- Sistem imun lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS
- Diabetes melitus
- Penggunaan obat imunosupresan jangka panjang
- Kondisi gizi buruk
Gejala TB Ginjal
Gejala TB ginjal sering kali tidak spesifik dan mirip dengan gangguan saluran kemih lainnya. Berikut beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan:
- Nyeri pinggang atau punggung bagian bawah
- Buang air kecil terasa nyeri atau perih
- Urine bercampur darah (hematuria)
- Frekuensi buang air kecil meningkat
- Demam ringan yang berlangsung lama
- Berat badan menurun tanpa sebab jelas
Pada stadium lanjut, TB ginjal dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal hingga gagal ginjal.
Cara Diagnosis TB Ginjal
Diagnosis TB ginjal memerlukan pemeriksaan menyeluruh karena gejalanya yang samar. Dokter biasanya melakukan beberapa langkah berikut:
- Pemeriksaan urine, untuk mendeteksi bakteri TB
- Tes darah, guna melihat tanda infeksi
- USG atau CT scan ginjal, untuk menilai kerusakan jaringan ginjal
- Tes kultur bakteri, sebagai konfirmasi diagnosis
Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal permanen.
Pengobatan dan Pencegahan TB Ginjal
Pengobatan TB ginjal umumnya menggunakan obat anti-tuberkulosis (OAT) yang diminum secara rutin selama 6–12 bulan, tergantung tingkat keparahan penyakit. Pada kasus tertentu, tindakan bedah mungkin diperlukan jika terjadi penyempitan saluran kemih atau kerusakan ginjal berat.
Langkah pencegahan TB ginjal meliputi:
- Menyelesaikan pengobatan TB paru sampai tuntas
- Menjaga daya tahan tubuh
- Melakukan pemeriksaan rutin jika memiliki faktor risiko TB
Info Praktek Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan
TB ginjal adalah penyakit serius yang sering luput terdeteksi karena gejalanya tidak khas. Dengan memahami apa itu TB ginjal, penyebab, gejala, serta cara pengobatannya, masyarakat diharapkan lebih waspada dan segera mencari penanganan medis jika mengalami keluhan yang mencurigakan.
Anda bisa memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam Hulu Sungai Selatan. Salah satu rekomendasinya adalah dr. Suhastinah, Sp. PD, M. Kes, FINASIM. Beliau berpraktek RSUD Brigjend H. Hasan Basry, RSU Ceria Kandangan, dan Klinik Utama Cahaya Imani.
Untuk mengetahui jadwal praktek dr. Suhastinah, Sp. PD selengkapnya, bisa langsung reservasi online melalui aplikasi SI IDAH atau JKN Mobile. Follow Instagram @rsudhasanbasryhss agar tidak ketinggalan update terbaru.
Sementara di RSU Ceria Kandangan, dr. Suhastinah, Sp. PD praktek setiap hari Senin – Kamis pukul 16.00 WITA – selesai. Silakan follow Instagram @rsceriakandangan untuk info lebih lanjut.
Lalu di Klinik Utama Cahaya Imani, jadwal praktek dr. Suhastinah, Sp. PD ialah setiap hari Senin – Kamis. Untuk jadwal selengkapnya, silakan hubungi nomor 0813-5252-0101. Bisa juga dengan follow Instagram @klinik_cahayaimani agar tidak ketinggalan update jadwal beliau setiap harinya.
Bagi yang ingin tahu jadwal praktek dokter spesialis lainnya yang ada di Hulu Sungai Selatan, silakan kunjungi website praktekdokterspesialis.com.
