Kerusakan saraf tepi atau neuropati perifer adalah kondisi ketika saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang mengalami gangguan. Kondisi ini kata dr. Indah, Sp. S dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti kesemutan, nyeri, mati rasa, hingga kelemahan otot.
Gejala bisa ringan hingga berat dan sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mengurangi gejala kerusakan saraf tepi agar kualitas hidup tetap terjaga.
Mengenali Gejala Kerusakan Saraf Tepi
Sebelum melakukan penanganan oleh dokter spesialis saraf Barito Kuala, kenali terlebih dahulu gejalanya. Beberapa tanda umum yang sering beberapa orang rasakan antara lain:
- Kesemutan atau sensasi seperti terbakar
- Mati rasa pada tangan atau kaki
- Nyeri tajam atau nyeri seperti tertusuk
- Kelemahan otot
- Gangguan keseimbangan
Gejala ini dapat berkembang secara perlahan dan memburuk jika tidak ditangani dengan tepat.
Cara Mengurangi Gejala Kerusakan Saraf Tepi
1. Mengontrol Penyakit Penyebab
Kerusakan saraf tepi sering dipicu oleh penyakit tertentu, terutama diabetes. Mengontrol kondisi utama sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
- Menjaga kadar gula darah tetap stabil
- Mengelola tekanan darah dan kolesterol
- Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan
2. Mengatur Pola Makan Sehat
Asupan nutrisi berperan besar dalam kesehatan saraf. Kekurangan vitamin tertentu dapat memperparah gejala neuropati.
- Konsumsi makanan kaya vitamin B (B1, B6, B12)
- Perbanyak sayur, buah, dan protein tanpa lemak
- Batasi alkohol dan makanan tinggi gula
3. Menjalani Terapi Fisik dan Latihan Ringan
Latihan yang tepat dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan melancarkan aliran darah ke saraf.
- Peregangan ringan secara rutin
- Latihan keseimbangan dan kekuatan otot
- Terapi fisik sesuai anjuran tenaga medis
4. Mengelola Nyeri dengan Aman
Nyeri akibat kerusakan saraf tepi dapat Anda kelola dengan berbagai cara. Di antaranya:
- Menggunakan obat pereda nyeri sesuai resep dokter
- Terapi panas atau dingin pada area yang nyeri
- Teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam
Perubahan Gaya Hidup untuk Mendukung Pemulihan
Selain pengobatan, perubahan gaya hidup juga sangat berpengaruh dalam mengurangi gejala.
- Berhenti merokok untuk memperbaiki sirkulasi darah
- Tidur cukup dan berkualitas
- Mengelola stres agar tidak memperburuk keluhan saraf
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter spesialis saraf jika gejala semakin berat, nyeri tidak tertahankan, atau mulai mengganggu aktivitas harian.
Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan memperlambat progresivitas kerusakan saraf.
Rekomendasi Dokter Spesialis Saraf di Barito Kuala, Kalimantan Selatan
Cara mengurangi gejala kerusakan saraf tepi membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari pengendalian penyakit penyebab, pola makan sehat, terapi fisik, hingga perubahan gaya hidup.
Dengan penanganan yang tepat dan konsisten oleh dokter spesialis saraf Barito Kuala, gejala dapat dikendalikan sehingga penderita tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan produktif. Salah satu rekomendasinya adalah dr. Indah Aryati, Sp. S.
dr. Indah, Sp. S adalah dokter saraf yang bertugas di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Melansir dari website resmi rumah sakit rsud-abdulaziz.baritokualakab.go.id, jadwal praktek beliau ialah setiap hari Selasa dan Kamis pukul 08.00 – 11.00 WITA.
Anda bisa konfirmasi jadwal dr. Indah, Sp. S terlebih dahulu dengan menghubungi nomor 0856-5400-6148 (WhatsApp). Ada baiknya, Anda datang 15 menit sebelum jadwal untuk mengurus proses administrasi.
Agar selalu update jadwal praktek dr. Indah, Sp. S secara berkala, silakan follow Instagram RSUD H. Abdul Aziz Marabahan di @rsud.h.abdulaziz.marabahan.
Jika Anda juga tengah mencari jadwal praktek dokter spesialis lain yang ada di Barito Kuala, langsung saja klik website praktekdokterspesialis.com.
