dr. Armita Dewi, Sp.P, Dokter Spesialis Paru Hulu Sungai Tengah

dr. Armita Dewi, Sp.P, Dokter Spesialis Paru Hulu Sungai Tengah

Asma merupakan salah satu penyakit pernapasan kronis yang cukup sering terjadi di masyarakat. Dokter spesialis paru Hulu Sungai Tengah menjelaskan bahwa penyakit ini ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang dapat menimbulkan gejala seperti sesak napas, batuk, napas berbunyi (mengi), hingga rasa berat di dada.

Meski terdengar umum, penanganan asma tidak boleh Sobat akukan secara sembarangan. Sayangnya, masih banyak kesalahan dalam menangani asma yang kerap dilakukan tanpa disadari.

Padahal, kesalahan ini bisa memperburuk kondisi bahkan memicu serangan yang lebih berat. Agar Sobat lebih waspada, berikut beberapa kesalahan umum dalam menangani asma yang perlu dihindari.

Kesalahan dalam Menangani Asma yang Perlu Dihindari, Sobat Wajib Tahu

Menghentikan Obat Asma Secara Sepihak

Salah satu kesalahan paling sering adalah menghentikan penggunaan obat asma ketika gejala sudah mereda. Banyak penderita asma merasa sudah sembuh sehingga tidak lagi menggunakan inhaler atau obat kontrol harian.

Padahal, asma bersifat kronis dan membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Menghentikan obat tanpa konsultasi dokter dapat meningkatkan risiko kambuhnya serangan asma secara tiba-tiba dan lebih berat.

Sobat perlu memahami bahwa obat asma, terutama obat pengontrol, berfungsi untuk menjaga peradangan saluran napas tetap terkendali, bukan hanya meredakan gejala sesaat.

Menggunakan Inhaler dengan Cara yang Salah

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah penggunaan inhaler yang tidak tepat. Teknik yang keliru dapat menyebabkan obat tidak masuk ke paru-paru secara optimal. Akibatnya, efek obat menjadi kurang maksimal meskipun dosisnya sudah benar.

Beberapa kesalahan umum antara lain tidak mengocok inhaler sebelum digunakan, menarik napas terlalu cepat atau terlalu lambat, serta tidak menahan napas setelah menghirup obat. Oleh karena itu, Sobat disarankan untuk mempelajari dan mempraktikkan teknik penggunaan inhaler yang benar sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Mengandalkan Obat Pereda Saja

Banyak penderita asma hanya mengandalkan obat pereda cepat saat sesak muncul, tanpa menggunakan obat pengontrol. Kebiasaan ini termasuk kesalahan serius dalam menangani asma. Dokter spesialis paru Hulu Sungai Tengah menuturkan bahwa obat pereda memang membantu meredakan gejala dengan cepat, tetapi tidak mengatasi peradangan yang menjadi penyebab utama asma.

Jika hanya mengandalkan obat pereda, saluran napas tetap mengalami peradangan dan risiko serangan asma akan terus berulang. Penanganan asma yang tepat harus mencakup penggunaan obat pengontrol sesuai rekomendasi dokter.

Mengabaikan Faktor Pencetus Asma

Kesalahan berikutnya adalah tidak menghindari faktor pencetus asma. Debu, asap rokok, udara dingin, bulu hewan, stres, hingga infeksi saluran pernapasan dapat memicu serangan asma. Banyak penderita asma yang sudah mengetahui pemicunya, tetapi tetap mengabaikannya.

Sobat perlu lebih patuh dalam menghindari faktor pencetus tersebut. Lingkungan yang bersih, bebas asap rokok, serta gaya hidup sehat sangat berperan dalam mencegah kekambuhan asma.

Tidak Melakukan Kontrol Rutin ke Dokter

Sebagian penderita asma hanya memeriksakan diri saat serangan muncul. Padahal, kontrol rutin sangat penting untuk memantau kondisi paru-paru, menyesuaikan dosis obat, serta mengevaluasi efektivitas terapi. Tanpa kontrol rutin, perkembangan asma sulit terpantau dan risiko komplikasi bisa meningkat.

Sebaiknya Sobat melakukan pemeriksaan berkala meskipun kondisi asma terasa stabil. Dengan begitu, penanganan dapat berjalan sesuai kebutuhan sebelum terjadi perburukan.

Info Praktek Dokter Armita Dewi, Sp.P

Dengan menghindari berbagai kesalahan dalam menangani asma, risiko serangan dapat Sobat tekan dan kualitas hidup pun meningkat. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar asma tetap terkontrol dengan optimal.

Salah satu dokter spesialis paru Hulu Sungai Tengah yang bisa Sobat ajak konsultasi adalah dokter Armita Dewi, Sp.P. Beliau sekarang sedang praktek di RSUD H. Damanhuri Barabai dengan jadwal setiap Senin sampai Kamis pukul 08.00 – 13.00 WITA, serta Jumat 08.00 – 11.00 WITA.

Jadwal tersebut bisa berubah kapan saja sehingga Sobat perlu cek secara berkala melalui akun IG resminya di @rshdbarabaiofficial untuk informasi terbarunya.

Itulah rekomendasi dokter spesialis paru yang bisa masyarakat Hulu Sungai Tengah dan sekitarnya andalkan. Yuk, dapatkan informasi selengkapnya terkait rekomendasi dan jadwal praktek dokter spesialis yang lain dengan mengakses laman praktekdokterspesialis.com.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan