Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah gangguan tidur serius yang ditandai dengan berhentinya napas secara berulang saat tidur akibat sumbatan pada saluran napas atas. Kondisi ini menurut dr. Indra, Sp. THT-KL sering kali tidak disadari penderitanya, tetapi dapat berdampak besar pada kesehatan jangka panjang, mulai dari kelelahan kronis hingga risiko penyakit jantung.
Untuk mencegah dan menangani OSA secara tepat, penting untuk memahami berbagai penyebab dan faktor risiko yang memicunya. Mari simak ulasannya berikut ini!
Apa Itu Obstructive Sleep Apnea (OSA)?
Menurut dokter spesialis THT Hulu Sungai Tengah, Obstructive Sleep Apnea terjadi ketika otot-otot tenggorokan mengendur secara berlebihan saat tidur sehingga saluran napas menyempit atau tertutup sementara. Akibatnya, aliran udara terhenti dan kadar oksigen dalam darah menurun.
Otak kemudian memberi sinyal untuk terbangun sejenak agar napas kembali normal. Siklus ini dapat terjadi puluhan kali dalam semalam dan mengganggu kualitas tidur.
Penyebab Utama Obstructive Sleep Apnea
Penyebab OSA sangat beragam dan sering kali melibatkan kombinasi faktor anatomi, gaya hidup, serta kondisi medis tertentu. Berikut beberapa penyebab utama yang perlu diketahui:
1. Kelebihan Berat Badan atau Obesitas
Obesitas merupakan faktor risiko paling umum pada OSA. Penumpukan lemak di sekitar leher dan tenggorokan dapat menekan saluran napas, terutama saat otot-otot rileks ketika tidur. Semakin tinggi indeks massa tubuh (IMT), semakin besar risiko terjadinya OSA.
2. Kelainan Struktur Saluran Napas
Beberapa orang memiliki bentuk anatomi yang membuat saluran napas lebih sempit, seperti:
- Amandel atau adenoid yang membesar
- Rahang bawah yang kecil atau mundur
- Langit-langit lunak yang panjang atau tebal
Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya sumbatan napas saat tidur.
3. Faktor Usia dan Jenis Kelamin
Risiko OSA meningkat seiring bertambahnya usia karena otot-otot saluran napas cenderung melemah. Selain itu, pria lebih berisiko mengalami OSA dibandingkan wanita, meskipun risiko pada wanita meningkat setelah menopause.
4. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol
Merokok dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada saluran napas atas, sedangkan alkohol membuat otot-otot tenggorokan lebih rileks. Kedua kebiasaan ini dapat memperparah penyempitan saluran napas dan memicu OSA.
5. Posisi Tidur Telentang
Tidur dalam posisi telentang memungkinkan lidah dan jaringan lunak di tenggorokan jatuh ke belakang, sehingga menutup saluran napas. Pada sebagian penderita, perubahan posisi tidur dapat membantu mengurangi gejala OSA.
Kondisi Medis yang Berhubungan dengan OSA
Beberapa kondisi kesehatan juga dapat meningkatkan risiko Obstructive Sleep Apnea, antara lain:
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Diabetes tipe 2
- Gangguan hormonal, seperti hipotiroidisme
- Riwayat keluarga dengan OSA
Pentingnya Mengenali Penyebab OSA Sejak Dini
Mengetahui penyebab Obstructive Sleep Apnea sangat penting untuk menentukan langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat. Dengan mengelola faktor risiko seperti berat badan, pola hidup, dan kondisi medis yang mendasari, risiko komplikasi OSA dapat ditekan.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala seperti mendengkur keras, sering terbangun di malam hari, atau mengantuk berlebihan di siang hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT Hulu Sungai Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Info Praktek Dokter Spesialis THT di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan
Rekomendasi dokter THT di Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah dr. Indra Irawan, Sp. THT-KL. Beliau saat ini berpraktek di RSUD H. Damanhuri Barabai.
Jadwal praktek dr. Indra, Sp. THT-KL adalah setiap hari Senin pukul 14.00 – 19.00 WITA, hari Selasa – Kamis pukul 13.30 – 17.00 WITA, serta hari Jumat pukul 13.30 – 18.30 WITA. Perlu Anda perhatikan bahwa jadwal dr. Indra, Sp. THT-KL ini dapat berubah sewaktu-waktu.
Jadi, silakan konfirmasi terlebih dahulu dengan menghubungi nomor 0852-4980-8800. Follow juga Instagram @rshdbarabaiofficial agar tidak ketinggalan update jadwalnya melalui Instastory.
dr. Indra, Sp. THT-KL juga berpraktek di RSUD Datu Kandang Haji di Kabupaten Balangan. Anda bisa follow Instagram @rsdkhbalangan untuk informasi selengkapnya.
Cari tahu info praktek dokter spesialis lainnya yang ada di kota/kabupaten di Kalimantan Selatan dengan klik laman praktekdokterspesialis.com!
