Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang banyak dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. Salah satu terapi utama untuk mengendalikan asma adalah penggunaan inhaler. Dokter spesialis paru Tanah Bumbu menjelaskan bahwa alat ini berfungsi menyalurkan obat langsung ke saluran napas agar bekerja cepat dan efektif.
Namun, pada praktiknya, tidak sedikit penderita asma yang masih melakukan kesalahan saat menggunakan inhaler. Tanpa Sobat sadari, kesalahan ini justru dapat memperparah gejala asma dan meningkatkan risiko serangan. Nah, Sobat, agar terapi asma berjalan optimal, penting untuk memahami berbagai kesalahan penggunaan inhaler yang sering terjadi.
Kesalahan Penggunaan Inhaler yang Dapat Memperparah Asma
1. Teknik Menghirup yang Tidak Tepat
Kesalahan paling umum dalam penggunaan inhaler adalah teknik menghirup yang keliru. Banyak penderita asma yang menghirup terlalu cepat atau justru terlalu lambat saat menekan inhaler.
Padahal, waktu antara menekan inhaler dan menarik napas harus sinkron agar obat benar-benar masuk ke paru-paru. Jika teknik ini salah, obat hanya akan menempel di mulut atau tenggorokan sehingga efeknya tidak maksimal. Akibatnya, asma tetap sulit terkontrol dan serangan bisa terjadi lebih sering.
2. Tidak Mengocok Inhaler Sebelum Digunakan
Sobat, sebagian jenis inhaler, khususnya inhaler semprot (metered-dose inhaler), perlu dikocok sebelum digunakan. Tujuannya agar kandungan obat tercampur merata.
Sayangnya, banyak pengguna yang langsung menyemprotkan inhaler tanpa mengocoknya terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan dosis obat yang terhirup menjadi tidak sesuai, bisa terlalu sedikit atau tidak merata sehingga pengobatan menjadi kurang efektif.
3. Menggunakan Inhaler Tanpa Spacer (Bila Diperlukan)
Bagi anak-anak atau penderita asma yang kesulitan mengatur napas, penggunaan spacer sangat dianjurkan. Dokter spesialis paru Tanah Bumbu menuturkan bahwa spacer membantu obat masuk ke paru-paru dengan lebih optimal. Namun, tidak sedikit pengguna inhaler yang mengabaikan alat ini karena dianggap merepotkan.
Padahal, tanpa spacer, sebagian besar obat justru terbuang dan tidak mencapai saluran napas. Kondisi ini tentu membuat pengendalian asma menjadi kurang optimal dan berisiko memperparah gejala.
4. Tidak Menahan Napas Setelah Menghirup Obat
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak menahan napas setelah menghirup obat dari inhaler. Idealnya, setelah menghirup obat, penderita asma dianjurkan menahan napas selama sekitar 5–10 detik.
Tujuannya agar obat memiliki waktu untuk mengendap dan bekerja di saluran napas. Jika Sobat langsung bernapas normal atau menghembuskan napas, sebagian obat akan keluar kembali sehingga manfaatnya berkurang.
5. Penggunaan Inhaler Tidak Sesuai Dosis dan Jadwal
Beberapa penderita asma hanya menggunakan inhaler saat sesak napas muncul, tanpa memperhatikan dosis dan jadwal yang dianjurkan dokter. Padahal, inhaler pengontrol harus digunakan secara rutin meskipun tidak sedang kambuh.
Penggunaan yang tidak teratur dapat menyebabkan peradangan saluran napas tidak terkontrol sehingga asma mudah kambuh dan semakin parah.
6. Tidak Membersihkan Inhaler Secara Rutin
Sobat mungkin tidak menyadari bahwa inhaler juga perlu Sobat bersihkan secara berkala. Inhaler yang kotor dapat tersumbat oleh sisa obat atau debu, sehingga semprotan obat tidak keluar dengan baik.
Selain itu, inhaler yang tidak bersih berisiko menjadi tempat berkembangnya kuman. Jika terus Sobat gunakan, kondisi ini dapat memicu infeksi saluran napas dan memperburuk asma.
Info Praktek Dokter Nugroho Eko Prasetyo, M.Ked(Paru), Sp.P
Kesalahan kecil dalam teknik maupun kebiasaan penggunaan dapat berdampak besar terhadap kesehatan paru-paru. Sobat sebaiknya selalu mengikuti petunjuk dokter atau tenaga kesehatan serta tidak ragu untuk meminta penjelasan ulang mengenai cara penggunaan inhaler yang benar.
Jika Sobat ingin berdiskusi mengenai asma dan penggunaan inhaler, Sobat bisa bertemu dengan dokter Nugroho Eko Prasetyo, M.Ked(Paru), Sp.P. Beliau merupakan dokter spesialis paru Tanah Bumbu yang sekarang sedang bertugas di beberapa fasilitas kesehatan seperti RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor dan RS Marina Permata.
Jadwal pelayanan dokter Nugroho di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor adalah setiap Rabu dan Kamis pukul 08.00 – 12.00 WITA. Bagi Sobat yang ingin tahu lebih detail mengenai pelayanan beliau, Sobat bisa menghubungi admin di 0812-5040-540.
Sementara itu, dokter Nugroho melayani pasien di RS Marina Permata dengan jadwal Senin sampai Rabu pukul 15.00 – 17.00 WITA, serta Jumat dan Sabtu 09.00 – 11.00 WITA. Jadwal tersebut bisa berubah kapan saja sehingga Sobat perlu konfirmasi lebih dulu melalui CS di 0811-5187-300.
Selain di rumah sakit tersebut, dokter Nugroho juga memiliki jadwal praktek di Klinik Hamdi Medika. Klinik Hamdi Medika berlokasi di Jalan Gawi Sabumi, Bersujud, Batulicin, Tanah Bumbu. Jadwal operasional klinik beliau sebagai berikut:
- Senin, Selasa, dan Jumat: 16.00 – 19.00 WITA
- Rabu dan Kamis: 17.00 – 19.00 WITA
- Sabtu: 12.00 – 14.00 WIB dan 17.00 – 19.00 WITA
Informasi lebih lanjut terkait layanan maupun jadwal beliau di klinik bisa Sobat peroleh dengan menghubungi customer care di 0813-4880-2962.
Itulah rekomendasi dokter spesialis paru yang bisa masyarakat Tanah Bumbu dan sekitarnya andalkan. Yuk, dapatkan lebih banyak informasi terkait rekomendasi maupun jadwal praktek dokter spesialis yang lain dengan mengakses laman praktekdokterspesialis.com.
