Dokter Spesialis Urologi Wonosobo, dr. Wahyu Ali, Sp. U

dokter spesialis urologi Wonosobo dr. Wahyu Ali Sp. U

Buang air kecil (BAK) adalah proses alami tubuh untuk membuang sisa metabolisme berupa urin. Namun kata dr. Wahyu Ali, Sp. U, tidak sedikit orang yang sering merasa buang air kecil tidak tuntas, yaitu sensasi masih adanya urin di kandung kemih setelah selesai BAK.

Kondisi ini sering dianggap sepele. Padahal menurut dokter spesialis urologi Wonosobo, jika terus Anda biarkan berulang, dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahaya buang air kecil tidak tuntas agar dapat segera ditangani dengan tepat.

Apa Itu Buang Air Kecil Tidak Tuntas?

Buang air kecil tidak tuntas adalah kondisi ketika seseorang masih merasa ingin berkemih meskipun telah selesai BAK.

Sensasi ini bisa disertai dengan rasa tidak nyaman, nyeri ringan, atau dorongan untuk kembali ke toilet dalam waktu singkat.

Ciri-ciri yang Perlu Anda Waspadai

  • Rasa ingin berkemih kembali setelah BAK
  • Aliran urin lemah atau terputus-putus
  • Perut bagian bawah terasa penuh
  • Sering BAK dalam jumlah sedikit

Bahaya Buang Air Kecil Tidak Tuntas bagi Kesehatan

Kebiasaan atau kondisi BAK tidak tuntas dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran kemih.

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Sisa urin yang tertahan di kandung kemih menjadi media ideal bagi pertumbuhan bakteri. Jika tidak segera dikeluarkan, bakteri dapat berkembang dan menyebabkan infeksi saluran kemih, yang ditandai dengan nyeri saat BAK, anyang-anyangan, dan urin berbau menyengat.

2. Gangguan Fungsi Kandung Kemih

Menahan atau tidak mengosongkan kandung kemih secara tuntas dalam jangka panjang dapat melemahkan otot kandung kemih. Akibatnya, kemampuan kandung kemih untuk berkontraksi dengan optimal akan menurun.

3. Batu Kandung Kemih

Sisa urin yang mengendap dapat membentuk kristal mineral. Jika berlangsung lama, kristal tersebut dapat berkembang menjadi batu kandung kemih yang menyebabkan nyeri, sulit BAK, hingga darah dalam urin.

4. Pembesaran Prostat pada Pria

Pada pria, buang air kecil tidak tuntas sering berkaitan dengan pembesaran prostat. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memperparah gangguan berkemih dan meningkatkan risiko komplikasi saluran kemih.

Penyebab Umum Buang Air Kecil Tidak Tuntas

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini antara lain:

  • Infeksi saluran kemih
  • Pembesaran prostat
  • Batu saluran kemih
  • Gangguan saraf
  • Kebiasaan menahan buang air kecil

Cara Mencegah dan Mengatasi

Untuk mencegah bahaya buang air kecil tidak tuntas, beberapa langkah yang dapat Anda lakukan meliputi:

  • Jangan menahan buang air kecil terlalu lama
  • Minum air putih yang cukup
  • Biasakan BAK hingga benar-benar tuntas
  • Jaga kebersihan area genital
  • Segera konsultasi ke dokter jika keluhan sering muncul

Kapan Harus Pergi ke Dokter Spesialis Urologi di Wonosobo?

Segera periksakan diri ke dokter urologi apabila buang air kecil tidak tuntas disertai nyeri, darah dalam urin, demam, atau terjadi terus-menerus. Pemeriksaan dini dapat membantu menemukan penyebab dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan kebiasaan berkemih yang sehat, risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi Wonosobo demi menjaga kesehatan saluran kemih Anda. Salah satunya adalah dr. Muhammad Wahyu Ali, Sp. U, M. Ked. Klin, FICS.

dr. Wahyu Ali, Sp. U saat ini berpraktek di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Jadwal praktek beliau ialah setiap hari Senin – Sabtu, mulai pukul 08.00 – 11.00 WIB. Untuk melakukan pendaftaran konsultasi dengan dr. Wahyu Ali, Sp. U, Anda bisa menghubungi nomor 0822-8498-3636 (WhatsApp).

Anda juga bisa follow akun Instagram resmi rumah sakit @pkuwonosobo agar mendapatkan update jadwal terkini dari dr. Wahyu Ali, Sp. U secara berkala.

Cari tahu jadwal praktek dokter spesialis lain di Wonosobo dan sekitarnya hanya di laman praktekdokterspesialis.com!

Recommended For You